Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas di Indonesia dengan luas wilayah sekitar 11 % dari total luas wilayah Indonesia. Provinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur.
Meskipun luas wilayahnya besar, tetapi jumlah penduduknya sedikit, sehingga kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Timur relatif rendah, yaitu rata-rata sekitar 11 jiwa/km2 pada tahun 2000. Pertumbuhan penduduk di daerah ini tidak saja berasal dari pertumbuhan penduduk alami tetapi berhubungan juga dengan migrasi masuk dari provinsi lain di Pulau Sumatera dan Jawa.
Provinsi ini memiliki penduduk asli Kalimantan Timur terdiri atas tiga suku besar, yaitu suku Dayak, Kutai, dan Banjar. Dengan banyaknya perusahaan pertambangan yang berlokasi di provinsi ini yang mendatangkan banyak pekerja dari luar provinsi, masyarakat menjadi lebih beranekaragam baik etnis maupun budaya. Kondisi demikian juga potensi untuk mengembangkan keanekaragaman budaya asli antara lain suku Bilungan, Tidung, Berusu, Abai, Kayan, Dayak, dan suku pendatang.
Pariwisata di Kalimantan Timur mempunyai obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, sungai-sungai, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna liar, seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kutai. Wisata budaya di Kalimantan Timur meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal/ setempat yang spesifik serta menarik.
Sarana transportasi darat yang tersedia di provinsi ini antara lain jalan negara sepanjang 1.226,21 km, jalan provinsi sepanjang 1.762 km, dan jalan kabupaten sepanjang 7.105 km. Untuk moda transportasi laut, terdapat empat pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Laut Nunukan, Tarakan, Samarinda, dan Balikpapan yang sekaligus berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan. Di provinsi ini juga terdapat empat bandar udara yaitu Bandara Temidung, Juwata, Tanjung Berau, serta bandara nasional Sepinggan di Kota Balikpapan.
Meskipun luas wilayahnya besar, tetapi jumlah penduduknya sedikit, sehingga kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Timur relatif rendah, yaitu rata-rata sekitar 11 jiwa/km2 pada tahun 2000. Pertumbuhan penduduk di daerah ini tidak saja berasal dari pertumbuhan penduduk alami tetapi berhubungan juga dengan migrasi masuk dari provinsi lain di Pulau Sumatera dan Jawa.
Provinsi ini memiliki penduduk asli Kalimantan Timur terdiri atas tiga suku besar, yaitu suku Dayak, Kutai, dan Banjar. Dengan banyaknya perusahaan pertambangan yang berlokasi di provinsi ini yang mendatangkan banyak pekerja dari luar provinsi, masyarakat menjadi lebih beranekaragam baik etnis maupun budaya. Kondisi demikian juga potensi untuk mengembangkan keanekaragaman budaya asli antara lain suku Bilungan, Tidung, Berusu, Abai, Kayan, Dayak, dan suku pendatang.
Pariwisata di Kalimantan Timur mempunyai obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, sungai-sungai, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna liar, seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kutai. Wisata budaya di Kalimantan Timur meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal/ setempat yang spesifik serta menarik.

Pintu Masuk Taman Nasional Kutai
Sarana transportasi darat yang tersedia di provinsi ini antara lain jalan negara sepanjang 1.226,21 km, jalan provinsi sepanjang 1.762 km, dan jalan kabupaten sepanjang 7.105 km. Untuk moda transportasi laut, terdapat empat pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Laut Nunukan, Tarakan, Samarinda, dan Balikpapan yang sekaligus berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan. Di provinsi ini juga terdapat empat bandar udara yaitu Bandara Temidung, Juwata, Tanjung Berau, serta bandara nasional Sepinggan di Kota Balikpapan.




