
Sulawesi Selatan terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi dan beribukota di Makassar. Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang menjadi lumbung padi nasional. Penduduknya mempunyai etnis yang beragam, namun yang dominan adalah Makassar, Bugis dan Toraja. Demikian pula bahasa daerah yang umum sehari-hari digunakan adalah bahasa dari ketiga etnis yang dominan tersebut.
Saat ini Sulawesi Selatan merupakan sentral pengembangan produksi rumput laut di Indonesia. Salah satu faktor yang mendorong tingginya PDRB Provinsi Sulawesi Selatan adalah sektor pertambangan, yang diperoleh dari emas, mangan, besi, pasir besi, granit, timah hitam, batu nikel sebagai produk unggulannya. Hasil kerajinan tenun sutera Sengkang Sulawesi sangat terkenal indah, berwarna cerah terang dan halus. Biasa digunakan untuk pakaian adat yang dikenakan pada perayaan-perayaan adat dan upacara pernikahan. Budidaya ulat sutera di Sulawesi dikenal dapat menghasilkan benang yang halus dan indah dan menjadi pasokan pengrajin sutera di tanah Jawa.
Kondisi alamnya yang bergunung-gunung, bentuk pantainya yang memanjang, menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai obyek pariwisata yang beragam. Peninggalan sejarah berupa benteng pertahanan Belanda terletak didekat Pantai Losari di Kota Makasar. Terdapat pula bekas kerajaan Goa, merupakan kerjaan besar pada jamannya di tanah Bugis. Sedangkan di daerah pegunungan, di Malino terdapat penangkaran berbagai spesies kupu-kupu.
Salah satu kebudayaan yang terkenal hingga ke mancanegara adalah budaya dan adat Tana Toraja (Tator) yang khas dengan upacara adatnya yaitu upacara Rambu Solo (upacara berduka/kematian) yang merupakan upacara besar sebagai ungkapan duka cita dan upacara Rambu Tuka (pemakaman). Mayat orang yang telah meninggal tidak dikubur di tanah melainkan diletakan di Tongkanan selama beberapa waktu. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas. Selesai upacara, mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam goa atau dinding gunung.

Makam di dinding gunung di Tana Toraja
Sulawesi Selatan dapat dicapai dengan menggunakan jalur udara melalui Bandara Internasional Hasanuddin, Bandar Udara Pongtiku Toraja, Bandar Udara Andi Jemma Masamba, Bandar Udara Soroako, Bandar Udara Seko, Bandar Udara Rampi, Bandar Udara Haji Aroepala, dan Bandar Udara Sinjai. Sedangkan perjalanan melalui laut dapat berlabuh antara lain di pelabuhan Bira, Leppe e, Bantaeng, Awerange, Benteng, Jampea, Bulukumba.


